![]() |
| Foto: Saleh Atulolon |
Lewobele – Semangat gotong royong masih terus terjaga di tengah masyarakat Desa Lewobele. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan kerja bakti bulanan yang dilakukan warga untuk membersihkan bahu jalan strategis nasional yang melintasi desa tersebut yang selama beberapa waktu terakhir ditumbuhi rumput dan semak belukar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir pekan tersebut melibatkan warga dari berbagai kelompok umur. Sejak pagi hari, masyarakat berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan untuk membersihkan sisi kiri dan kanan jalan aspal yang menjadi akses utama transportasi warga desa.
Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti parang dan kelewang, warga memotong rumput liar yang tumbuh lebat di sepanjang bahu jalan. Beberapa warga lainnya bertugas mengumpulkan hasil potongan rumput dan membersihkan saluran air di sekitar jalan agar aliran air tetap lancar saat musim hujan.
Menurut warga, pertumbuhan rumput yang cepat pada musim penghujan menyebabkan sebagian bahu jalan tertutup vegetasi liar. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu pandangan pengendara dan mempersempit ruang di sisi jalan.
Kami membersihkan rumput secara rutin agar jalan tetap terlihat rapi dan aman bagi pengguna jalan. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga, ujar salah seorang peserta kerja bakti.
Jalan stategis nasional yang menghubungkan beberapa kecamatan ini merupakan jalur yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari pergi ke kebun, mengantar anak ke sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan rumah tangga. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan jalan menjadi perhatian bersama masyarakat.
Kepala desa mengapresiasi partisipasi warga yang secara sukarela meluangkan waktu untuk mengikuti kerja bakti. Menurutnya, budaya gotong royong merupakan salah satu kekuatan masyarakat desa yang perlu terus dipelihara sebagai bagian dari kehidupan sosial dan pembangunan lingkungan.
Selain membersihkan bahu jalan, kegiatan kerja bakti juga menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas umum. Warga bekerja secara bergantian dan saling membantu sehingga pekerjaan yang cukup berat dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
Hasil kerja bakti terlihat jelas setelah kegiatan selesai. Bahu jalan yang sebelumnya dipenuhi rumput dan semak kini tampak lebih bersih dan rapi. Pandangan pengguna jalan menjadi lebih terbuka, sementara lingkungan sekitar jalan terlihat lebih tertata.
Masyarakat berharap kegiatan kerja bakti bulanan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan partisipasi aktif seluruh warga, lingkungan desa akan tetap bersih, nyaman, dan mendukung keselamatan para pengguna jalan yang melintas di Desa Lewobele.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Lewobele menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun memberikan manfaat besar bagi masyarakat secara keseluruhan.
