![]() |
| Foto: Yusuf Cabelen |
Lewobele – Semangat toleransi dan persaudaraan kembali ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Tanapuken, Desa Lewobele. Warga dari berbagai latar belakang agama bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti pembangunan Gereja Stasi Tanapuken, sebagai wujud kebersamaan yang telah lama terjalin di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, warga bersama-sama mengerjakan berbagai pekerjaan pembangunan, mulai dari menggali tanah, memindahkan material tanah dan batu, hingga membantu pekerjaan konstruksi lainnya. Kehadiran warga lintas agama dalam kerja bakti ini mencerminkan kuatnya nilai saling menghormati dan kepedulian antarumat beragama di desa tersebut.
Menurut tokoh masyarakat setempat, semangat gotong royong merupakan tradisi yang terus dipelihara oleh warga Tanapuken. Bagi mereka, membangun rumah ibadah bukan hanya menjadi tanggung jawab umat yang menggunakannya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Suasana kerja bakti berlangsung penuh keakraban. Warga bekerja bahu-membahu tanpa membedakan suku maupun agama, dengan harapan pembangunan Gereja Stasi Tanapuken dapat segera rampung dan dimanfaatkan sebagai tempat ibadah serta pusat kegiatan pembinaan umat.
Kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Tanapuken menjadi contoh nyata bahwa semangat gotong royong dan toleransi masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
![]() |
| Foto: Yusuf Cabelen |
![]() |
| Foto: Yusuf Cabelen |


