Foto: Simpet Soge
Lewobele – Para petani kakao di Desa Lewobele tengah disibukkan dengan kegiatan pengeringan biji kakao sebagai bagian dari tahapan pascapanen sebelum hasil produksi dijual kepada pedagang pengumpul maupun pembeli lainnya. Proses pengeringan dilakukan untuk menurunkan kadar air biji kakao sehingga kualitasnya lebih baik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Di sejumlah halaman rumah dan lokasi terbuka, tampak biji kakao dijemur di bawah sinar matahari. Sebagian petani menggunakan terpal sebagai alas penjemuran, sementara sebagian lainnya masih memanfaatkan permukaan tanah yang bersih dan rata untuk mengeringkan hasil panen mereka.
Pengeringan dilakukan dengan memanfaatkan cuaca cerah yang sedang berlangsung. Biji kakao disebarkan secara merata agar seluruh bagian mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Selama proses penjemuran, petani secara berkala membalik biji kakao untuk memastikan pengeringan berlangsung merata dan mencegah terjadinya penumpukan kelembapan pada bagian tertentu.
Kami harus sering membalik biji kakao supaya cepat kering dan kualitasnya tetap bagus. Kalau kadar air masih tinggi, harga jual biasanya lebih rendah, ujar salah seorang petani kakao di Desa Lewobele.
Menurut para petani, proses pengeringan dapat berlangsung beberapa hari tergantung kondisi cuaca. Pada saat matahari bersinar terik, pengeringan berlangsung lebih cepat. Namun apabila cuaca mendung atau hujan, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama dan petani harus lebih berhati-hati menjaga hasil panen agar tidak kembali lembap.
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi bagi pendapatan masyarakat Desa Lewobele. Oleh karena itu, setiap tahapan pengolahan pascapanen dilakukan dengan cermat untuk memperoleh kualitas biji yang memenuhi standar pasar.
Selain meningkatkan mutu produk, pengeringan yang baik juga membantu memperpanjang daya simpan biji kakao sebelum dipasarkan. Biji yang telah kering umumnya memiliki warna yang lebih seragam dan lebih tahan terhadap kerusakan selama penyimpanan maupun proses pengangkutan.
Setelah mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan, biji kakao dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dipersiapkan menuju pasar. Sebagian petani menjual hasil panen kepada pedagang pengumpul yang datang langsung ke desa, sementara yang lain memilih membawa hasilnya ke lokasi pembelian yang menawarkan harga lebih baik.
Para petani berharap cuaca tetap mendukung selama musim panen berlangsung sehingga proses pengeringan dapat berjalan lancar. Mereka juga berharap harga kakao tetap stabil dan memberikan keuntungan yang layak bagi petani yang telah bekerja keras sejak tahap penanaman hingga pengolahan hasil.
Melalui pengelolaan pascapanen yang baik, petani Desa Lewobele berupaya menjaga kualitas kakao yang dihasilkan. Kegiatan pengeringan yang dilakukan secara teliti menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan nilai jual komoditas perkebunan yang selama ini menjadi sumber penghidupan banyak keluarga di desa tersebut.
