![]() |
| Foto: Stefania Lelu |
Lewobele – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Lewobele dan Baya di wilayah Pulau Adonara saat ini mengalami kerusakan berat dan dikeluhkan oleh para pengguna jalan. Aspal yang menutupi badan jalan sebagian besar telah terkelupas, menyisakan permukaan yang tidak rata, berlubang, dan dipenuhi batu-batu yang membahayakan pengendara, terutama kendaraan roda dua.
Berdasarkan keterangan warga, ruas jalan tersebut terakhir kali diaspal sekitar belasan tahun lalu. Seiring berjalannya waktu, lapisan aspal mengalami kerusakan akibat faktor usia, cuaca, serta intensitas penggunaan jalan yang cukup tinggi. Hingga kini, kondisi jalan terus memburuk dan belum mendapatkan penanganan yang memadai.
Para pengendara sepeda motor mengaku harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. Pada beberapa titik, kerusakan jalan cukup parah sehingga pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang dan permukaan jalan yang tidak rata.
Kalau musim hujan, lubang-lubang di jalan sering tertutup genangan air sehingga sulit diketahui kedalamannya. Pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh, ujar salah seorang pengguna jalan.
Ruas jalan Lewobele–Baya memiliki peran penting sebagai jalur penghubung yang digunakan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Adonara Barat maupun Kecamatan Adonara Tengah. Setiap hari, jalan tersebut dilalui oleh warga yang melakukan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun urusan sosial kemasyarakatan lainnya.
Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berdampak pada meningkatnya biaya transportasi serta waktu tempuh masyarakat. Pengendara harus mengurangi kecepatan kendaraan secara signifikan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Menurut mereka, perbaikan ruas jalan Lewobele–Baya sangat penting mengingat fungsinya sebagai akses utama yang menghubungkan sejumlah desa dan mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Adonara Barat dan Adonara Tengah.
Selain memudahkan transportasi warga, perbaikan jalan juga dinilai akan mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai komoditas ekonomi lainnya yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Infrastruktur jalan yang baik diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
Masyarakat berharap adanya program rehabilitasi atau peningkatan kualitas jalan dalam waktu dekat agar akses transportasi dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas warga dari berbagai desa di wilayah Adonara Barat dan Adonara Tengah diharapkan dapat berlangsung lebih lancar serta mendukung percepatan pembangunan daerah.
Saat ini, warga hanya dapat berharap agar perhatian terhadap perbaikan ruas jalan Lewobele–Baya menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur demi menunjang mobilitas dan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
