![]() |
| Foto: Riki Roman |
Lewobele – Semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Dusun Lewo Pulo, Desa Lewobele, usai pelaksanaan Shalat Id yang diikuti oleh umat Muslim setempat. Momen hari raya tidak hanya menjadi kesempatan untuk beribadah dan bersyukur, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga yang berasal dari berbagai latar belakang agama.
Setelah pelaksanaan Shalat Id, masyarakat saling mengunjungi dan bersilaturahmi dalam suasana penuh kehangatan. Warga Muslim menerima kunjungan dari tetangga dan kerabat yang berbeda agama untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya serta mempererat hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama ini.
Tradisi saling mengunjungi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Lewo Pulo. Keharmonisan yang terbangun selama bertahun-tahun membuat perayaan hari besar keagamaan tidak hanya dirasakan oleh satu kelompok masyarakat, tetapi juga menjadi kebahagiaan bersama seluruh warga.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, warga tampak berbincang, saling bersalaman, dan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Kehadiran warga lintas agama dalam kegiatan silaturahmi menjadi simbol kuatnya nilai toleransi dan saling menghormati yang tumbuh di tengah masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa kebersamaan antarumat beragama merupakan kekayaan sosial yang harus terus dijaga. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi penghalang bagi warga untuk hidup berdampingan, bekerja sama, dan saling membantu dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Selama ini masyarakat hidup rukun. Saat ada perayaan keagamaan, warga saling berkunjung dan berbagi kebahagiaan. Ini menjadi tradisi yang memperkuat persaudaraan di antara kami, ujarnya.
Selain pada perayaan Idulfitri, semangat kebersamaan juga tampak dalam berbagai kegiatan sosial, kerja bakti, acara adat, maupun perayaan keagamaan lainnya. Warga secara aktif mendukung satu sama lain sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang ada di lingkungan mereka.
Tokoh agama setempat turut mengapresiasi sikap saling menghormati yang terus dipelihara masyarakat. Mereka menilai bahwa kerukunan yang terbangun merupakan modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Perayaan usai Shalat Id di Dusun Lewo Pulo menjadi bukti bahwa nilai-nilai toleransi dapat tumbuh dengan baik di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Melalui silaturahmi dan kebersamaan, warga menunjukkan bahwa persaudaraan dan rasa saling menghargai mampu memperkuat ikatan sosial serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Masyarakat berharap tradisi baik tersebut terus diwariskan kepada generasi muda agar semangat toleransi, persatuan, dan gotong royong tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Dusun Lewo Pulo dapat terus menjadi contoh kehidupan masyarakat yang rukun dalam keberagaman.
